jump to navigation

Misteri Cinta July 16, 2009

Posted by alshirezy in Artikel.
Tags:
trackback

I LoVe UDarimana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Darimana datangnya rindu? Dari hati menjalar ke pikiran. Ungkapan di atas sudah menjadi hiasan umum tentang cinta, di kehidupan sehari-hari. Cinta dan hati selalu dianggap satu entitas tak terpisahkan, bahkan sebagian dari kita lantang mengatakan, “urusan cinta merupakan persoalan hati, bukan logika! ”Sebuah pengutaraan yang sangat puitis, namun keliru. Secara ilmiah tidak ada “aksi dan reaksi” cinta di dalam organ hati. Semua proses cinta terjadi di dalam otak menstimulasi kinerja pikiran, hampir tidak ada sama sekali keterlibatan organ hati di dalamnya.

Mengapa Kita Bisa Jatuh Cinta?

Jatuh cinta pada umumnya diawali oleh rasa ketertarikan antara dua orang berlainan jenis. Ketertarikan dipicu oleh senyawa kimia yang bernama feremon. Feremon (Pheremone) berasal dari bahasa Yunani, yaitu; phero (pembawa) dan mone (sensasi), jadi feremon dapat diartikan secara leksikal dengan pembawa sensasi.

Senyawa feromon pada manusia dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang terletak pada ketiak, wajah – telinga, hidung, mulut – kulit dan kemaluan. Kelenjar endoktrin dalam menghasilkan feromon akan bekerja efektif apa bila yang bersangkutan telah cukup umur (baligh). Sebagian besar ahli, berkesimpulan bahwa feremon yang memiliki sifat volatil (mudah menguap) dari tubuh seorang pria, direspon oleh seorang wanita melalui Vemero Nasal Organ (VNO), yaitu organ yang paling sensitif pada tubuh manusia, terletak di dalam lubang hidung. Konon, kepekaannya mencapai ribuan kali lebih besar daripada indra penciuman. Dari sana kemudian terjadilah kontak pada kelenjar lain, hipotalamus (mengatur emosi manusia) dan merangsang pembentukan senyawa kimia lainnya; senyawa phenyletilamine (PEA), dopamine, nenopinepherin, endropin, dan oktosin. Ketiga senyawa – phenyletilamine (PEA), dopamine, nenopinepherin – akan memberikan respon tersipu-sipu dan malu ketika berpandangan dengan lawan jenis yang memikat hati.

Menurut Eibl Eibesfeldt, seorang psikolog terkemuka, biasanya seorang wanita akan mengangkat alis dan membuka matanya lebar-lebar saat memandang seorang pria yang memikat hatinya, namun dia akan segera membuang muka atau menutupi wajah dengan telapak tangannya, lalu tertawa kecil dibalik telapak tangannya, saat pria itu berbalik memandangnya. Eibl Eibesfeldt mengatakan, gesture ini merupakan sinyal ketertarikan seksual. Sedangkan senyawa endropin akan menimbulkan perasaan damai, tentram, dan aman. Dan senyawa oktosin berperan menjadikan rasa cinta itu rukun diantara keduanya. Asumsi sebagian para ahli di atas memberikan kesimpulan bahwa laki-laki tertarik pada wanita melalui penampilan fisiknya. Sedangkan wanita melalui senyawa feremon yang dilepaskan laki-laki. Ini berarti wanitalah yang memilih pasangannya atas penyeleksian dari senyawa feremon yang dilepaskan itu. Namun benarkah demikian?

Comments»

1. @nstone Architecture Design & Business info - March 17, 2010

ada yang bilang alasan kenapa wanita lebih mengutamakan kecantikan daripada kecerdasan karena lebih banyak pria yang bodoh ketimbang pria yang buta…?>?>?>?>?>?
menurut kamu benar gak tu senyawa feremon yang mempengaruhi…kan kamu yang nulis buat dong pendapat sendiri juga…..

salam kenal ya…
please welcome to my blog…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: